Jakarta, 8 November 2018 – For the third time, Senayan City is collaborating with Sejauh Mata Memandang, an Indonesia fashion brand which infamous with their hand-crafted. By releasing their newest collection called Musim Rintik 2018, inspired from the Indonesia - Central Java folklore named Timun Mas.
“Senayan City and Sejauh Mata Memandang is collaborating to create an art - education exhibition. We believe that education in Indonesia is important for the next generations, it’s the main reason for Senayan City to take part of Timun Mas Exhibition as official venue partner. We would like to provide new experiences for customers in enjoying Indonesia’s culture in form of modern art exhibition,” said Halina as Senayan City Leasing & Marketing Communications Director.
Sejauh Mata Memandang exclusively produces the limited amount of Timun Mas storybooks. The sales-result will be donated to two Education Foundation that has been known named Yayasan Dian Sastrowardoyo and Bantu Guru Belajar Lagi. Yayasan Dian Sastrowardoyo is a foundation that supports education, women empowerment and Indonesia cultural preservation; and Bantu Guru Belajar Lagi is a foundation that gives the training for upgrading the teacher’s quality in Indonesia.
Chitra Subyakto as Founder and Creative Director of Sejauh Mata Memandang, shared the story about her inspirations behind her newest collection. “I could say that I was having many positive lessons from the story. The character Timun Mas is always facing the problems and not giving up until it finished.” said Chitra. The collections are available in cloth textile, ready to wear collections, accessories and the limited edition of Timun Mas such as slipper, mask, and Timun Mas storybook made from cloth.
The collections itself are using the organic material such as cotton sari, cotton foal up to cupro and processed with hand-made batik method; written, stamped , printing and embroidery. The manufacture is taking places at some city in Indonesia like Sragen, Pekalongan, Solo and Jakarta with contributing the House Wife association from Rusun Pesakih and Rusun Marunda Jakarta.
Timun Mas art exhibition by Sejauh Mata Memandang is also collaborating with a lot of Indonesian artists such as Davy Linggar for the installation art, Tulus and Petra Sihombing for the music arrangement in Timun Mas animation and Dian Sastrowardoyo for being the animation’s narrator. Customers are able to enjoy the animation of Timun Mas at one of the maze room. Enjoy the free admission Timun Mas exhibition at Senayan City 1st floor starting from 8 November 2018 to 8 January 2019 from 10.00 – 22.00.
Jakarta, 8 November 2018 – Di penghujung tahun 2018, Senayan City untuk ketiga kalinya kembali berkolaborasi bersama Sejauh Mata Memandang, sebuah label fashion yang telah dikenal akan hasil karya tangannya yang sarat cerita dan makna tentang budaya Indonesia. Sejauh Mata Memandang merilis koleksi terbarunya Musim Rintik 2018 yang terinspirasi dari cerita rakyat Indonesia asal Jawa Tengah, Timun Mas.
“Senayan City berkolaborasi bersama Sejauh Mata Memandang untuk membuat sebuah pameran seni yang sarat edukasi. Pentingnya pelestarian dan dukungan terhadap bidang pendidikan menjadikan Senayan City, sebagai official venue dari Pameran Timun Mas, ingin mengajak pengunjung untuk dapat menikmati dan menghargai budaya Indonesia. Salah satunya melalui pameran seni mengenai budaya cerita rakyat yang dikemas modern.” kata Halina, selaku Senayan City Leasing & Marketing Communications Director.
Mendukung dunia pendidikan, Sejauh Mata Memandang memproduksi buku cerita Timun Mas dalam jumlah terbatas yang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada dua yayasan pendidikan terpilih yaitu Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Yayasan Bantu Guru Belajar Lagi. Yayasan Dian Sastrowardoyo merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya Indonesia dan Bantu Guru Belajar Lagi merupakan yayasan yang bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru untuk menjadi tenaga pengajar yang lebih berkualitas.
Chitra Subyakto, Founder and Creative Director Sejauh Mata Memandang, menceritakan bahwa koleksi Musim Rintik 2018 ini terinspirasi dari budaya Indonesia yang kaya, salah satunya kisah rakyat anak-anak. “Saya melihat adanya pembelajaran yang positif untuk selalu berusaha dalam menghadapi segala persoalan dalam kisah si Timun Mas ini," kata Chitra. Inspirasi ini kemudian dituangkan dalam permainan warna ceria dan kreasi motif dari perbekalan si Timun Mas dalam bentuk kain, koleksi ready to wear, aksesoris hingga edisi terbatas Timun Mas seperti selop, topeng dan buku cerita Timun Mas yang terbuat dari kain.
Koleksi Timun Mas menggunakan kain bahan organik dari katun sari, katun foal, hingga cupro yang diproses dengan pembuatan tangan melalui metode tulis, cap, sablon hingga bordir. Proses pembuatan koleksi Timun Mas ini dilakukan di beberapa kota seperti Sragen, Pekalongan, Solo dan Jakarta dengan dibantu oleh perkumpulan Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Rusun Pesakih dan Rusun Marunda Jakarta.
Pameran seni Timun Mas oleh Sejauh Mata Memandang pun berkolaborasi dengan banyak seniman terkenal Indonesia seperti Davy Linggar untuk seni instalasi, Tulus dan Petra Sihombing yang menciptakan musik dan lagu untuk animasi Timun Mas serta Dian Sastrowardoyo yang mengisi narasi pada pada animasi yang dapat dinikmati di salah satu ruangan maze. Nikmati pameran Timun Mas di Senayan City lantai 1, mulai dari 8 November 2018 hingga 8 Januari 2019 dari jam 10.00 – 22.00.