GAYA INSTALLATION BY INDONESIAN FASHION DESIGNERS

 02 Oct 2026

GAYA INSTALLATION BY INDONESIAN FASHION DESIGNERS

Kolaborasi Ikonik Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia Yang Punya dan Ikatan Perancang Mode Indonesia, Hadirkan Kostum Etnik Kontemporer untuk Indonesia

 

JAKARTA, September 2026 – Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, iForte dan Protelindo Group bersama BCA sukses menggelar Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia Yang Punya pada 21–23 Agustus 2026 yang disaksikan lebih dari 31.000 penonton selama lima kali pertunjukkan. Mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, produksi berskala internasional ini menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke dalam sebuah panggung kolosal yang menyatukan berbagai disiplin seni dan talenta terbaik Nusantara. Sekitar 1.700 orang terlibat dalam produksinya, termasuk 387 penari, 15 penyanyi nasional, musisi tradisional, paduan suara, dan orkestra, yang bersama-sama menghidupkan pertunjukan melalui tari, musik, koreografi, tata panggung, multimedia, hingga lebih dari kreasi 1.500 kostum tradisional, etnik, dan kontemporer. Dalam skala produksi tersebut, busana hadir menjadi bagian penting dari narasi dan kekuatan visual panggung, termasuk melalui kolaborasi dengan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yang mempertemukan Pagelaran Sabang Merauke dengan deretan desainer ternama Indonesia untuk menghadirkan interpretasi modern atas kekayaan wastra dan busana Indonesia.

 

Kolaborasi ini menghadirkan 25 kostum etnik kontemporer karya 13 desainer di dalam naungan IPMI, yaitu Ghea Panggabean, Chossy Latu, Didi Budiardjo, Sebastian Gunawan, Denny Wirawan, Liliana Lim, Ivan Gunawan, Era Soekamto, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Mel Ahyar, Rama Dauhan, dan Eridani. Karya-karya tersebut dirancang khusus untuk dikenakan oleh para penyanyi dan penampil utama, di antaranya Raisa, PADI Reborn, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, dan Alicia Hartono, menjadikan kolaborasi ini sebuah pertemuan antara seni pertunjukan, mode, dan budaya dalam satu panggung berskala internasional. Melalui eksplorasi kekayaan wastra, karakter daerah, dan identitas budaya Nusantara, setiap karya menghadirkan perspektif kontemporer yang memperkuat karakter visual Pagelaran Sabang Merauke. Kolaborasi ini terus berlanjut melalui dukungan iForte dalam Gaya Archive Chapter: 4 – Fashion Installation, sebuah ruang yang menghadirkan karya mode melalui pendekatan instalasi dan eksplorasi visual yang berlangsung di Senayan City pada 18 hingga 27 September 2026.

 

 

Pada kesempatan ini, Pagelaran Sabang Merauke membawa kembali sejumlah karya busana yang sebelumnya dikenakan langsung oleh para penampil untuk dapat dinikmati publik secara langsung dalam perspektif yang berbeda, sekaligus memberikan ruang untuk mengapresiasi detail, karakter, serta nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya. Koleksi kolaborasi ikonik antara Pagelaran Sabang Merauke dan IPMI yang dapat ditemukan antara lain: 1. Kostum Srikandi karya Denny Wirawan yang dipakai oleh Raisa 2. Kostum Daerah Istimewa Yogyakarta karya Rama Dauhan yang dipakai oleh Padi Reborn 3. Kostum Malin Kundang karya Ivan Gunawan yang dipakai oleh Taufan Purbo 4. Kostum Dayang Sumbi karya Liliana Lim yang dipakai oleh Christine Tambunan 5. Kostum Limbuk karya Mel Ahyar yang dipakai oleh Galabby 6. Kostum Jambi karya Ghea Panggabean yang dipakai oleh Yura Yunita 7. Kostum Aceh karya Chossy Latu yang dipakai oleh Christine Tambunan 8. Kostum Papua karya Sebastian Gunawan yang dipakai oleh Yuyun Arfah 9. Kostum Palembang karya Danny Satriadi yang dipakai oleh Christine Tambunan 10. Kostum Palembang karya Danny Satriadi yang dipakai oleh Alicia Hartono 11. Kostum Gen-Z karya Priyo Oktaviano yang dipakai oleh Zahara Christie 12. Kostum Indonesia Raya karya Didi Budiardjo yang dipakai oleh Alicia Hartono 13. Kostum Maluku karya Era Soekamto yang dipakai oleh Swain Mahisa Kehadiran karya-karya di Gaya Archive menjadi kelanjutan dari semangat Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia Yang Punya dalam mempertemukan seni pertunjukan, kekayaan budaya, dan industri kreatif dalam satu ruang. Melalui kolaborasi ini, warisan Nusantara tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga menemukan ruang baru untuk terus dikenali, diapresiasi, dan diinterpretasikan melalui perspektif fashion.

 

GAYA INSTALLATION BY INDONESIAN FASHION DESIGNERS

You might also like this journal

scx-square